Perkembangan jaringan internet di dunia sangatlah pesat. Saking pesatnya kemajuan dan pemanfaatan ini, internet menjadi salah satu sarana sebagian orang-orang jahat untuk menunjukkan secara nyata kebencian dan rasa permusuhan terhadap Islam dan mereka tidak segan untuk melakukan pembodohan terhadap kaum muslimin. Tujuan mereka hanya satu, yaitu menghancurkan Islam.
“Islam is the world's second largest and fastest growing religion. Across America, mosques are shooting up in record numbers. To reach Muslims with the gospel, you must first shake their faith in their religion, Islam”


“Now that the Cold War is becoming a memory, America’s foreign policy establishment has begun searching for new enemies. Possible new villains include ‘instabilty’ in Europe – ranging from German resurgence to new Russian imperialism – the ‘vanishing’ ozone layer, nuclear proliferation and narcoterrorism. Toping the list of potential new global bogeymen, however are the Yellow Perril, the alleged threat to America economic security emanating from East Asia, and the so-called Green Peril (green is the color of Islam). The peril is symbolized by the Middle Eastern Moslem fundamentalist” [Leon T. Hadar, The ‘Green Peril': Creating the Islamic Fundamentalist Threat, Policy Analysis, Cato Institute, no. 177, 27 Agustus 1992]










Sikap anti islammnya inilah menyebabkan dirinya menjadi “one of the most influential people of 2005” versi majalah “Times”. Di dalam bukunya, “The Caged Virgin: An Emancipation for Women and Islam” menunjukkan sikap kebencian kepada syari'at Islam dan kecenderungannya di dalam atheis dan menentang syariat-syariat Islam. Di bukunya ini ia lebih banyak mengejek dan menghina syariat islam terhadap perlindungan wanita, ia juga mengejek wanita-wanita muslimah yang secara komitmen menjalani syari'at Islam secara kaffah. Tidak aneh pula kalau kebenciannya terhadap Islam sangat tinggi karena ia juga pernah menghadiri pertemuan tahunan Komite Yahudi Amerika.
Dan inilah yang mereka takutkan. Oleh karena itu mereka akan senantiasa menjaga ko-eksistensi mereka, mereka melakukan peperangan dan kekerasan terorganisir atas nama humanity (kemanusiaan) padahal merekalah yang pertama kali menginjak-injak humanity. Sikap arogan seperti inilah yang akan membenamkan Amerika ke dalam jurang kehancuran –dengan izin Allah Subhana wa Ta'ala- ke dalam jurang kehinaan.
Samuel Huntington dalam bukunya Clash of Civilitation and the Remaking of World Order [New York: Touchstone books: 1996, hal 51] menulis:
“The West won the world not by the superiority of its ideas or values or religion (to which few members of other civilization were converted) but rather by its superiority in applying organized violence. Westerners often forget this fact; non westerner never do.”Dari pernyataan ini jelas bahwa orang barat tidak pernah menyadari kesalahan mereka ini, sedangkan lawan mereka tidak pernah melupakannya. Dan inilah yang akan menjadi bumerang bagi mereka, di saat itulah civilitation (peradaban) Amerika akan hancur dan kepemimpinan Islam akan bangkit dan menggantikan posisi mereka, dengan izin Allah -Subhana wa Ta'ala.
Dan sebagai kaum muslimin, mari kita jadikan Al-Qur'an dan As Sunnah sebagai tuntunan kita. Cintailah Allah dan Rasul-Nya. Letakkanlah keduanya di kepala-kepala kita. Dan yakinlah akan semua janji-janji Allah -Subhana wa Ta'ala-. Jangan takut untuk memperkenalkan Islam kepada istri-istri kita, dan lingkungan keluarga kita. Ajarilah anak-anak kita seperti Lukman Al Hakim mengajari anaknya.
Ajarilah anak-anak kita berbahasa arab sehingga mereka mampu membaca dam memahami Al-Qur'an, Janganlah kita meninggalkan sholat 5 waktu sekali pun, karena ketika kita mulai berani meninggalkan, maka Allah akan mencabut kecintaan kita kepada Islam dan akan menghinakan kita di hari kiamat. Ajari mereka Islam yang benar, jauhilah dari perbuatan-perbuatan syirik, dan menyimpang dari tuntunan Islam. Jauhkan keluarga kita dari makanan-makanan haram yang akan meracuni darah-darah mereka. Cintailah Makkah dan Madinah, karena Rasulullah SAW telah menyatakan keutamaan kedua kota tersebut di Hadistnya yang mulia.
Rasulullah SAW tidaklah menyebutkan Washington D.C, New York, California, Amsterdam, Delft, Groningen, atau Jakarta sekalipun sebagai negeri yang rahmatan lil alamin. Tapi Rasulullah SAW menyebut Makkah dan Madinah. Negeri-negeri yang Rahmatan lil Alamin bukanlah negeri-negeri di mana orang secara bebas bisa membeli senjata lalu menembakkannya kepada masyarakat sipil, bukanlah negeri di mana kekerasan, pemerkosaan, homosexual, Rasisme, penyimpangan sexual, anak-anak lahir di luar nikah, pembunuhan di sekolah-sekolah (seperti kasus Virginia tech), dan turis-turis yang di perlakukan sebagai kriminal, poltik standar ganda berlaku di sana.
Namun negeri yang Rahmatan lil Alamin adalah negeri di mana Penduduknya menyembah hanya kepada Allah -Subhana wa Ta'ala-, Yaitu Allah -Subhana wa Ta'ala- yang disembah Nabi Adam Alaihi Salam hingga Nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq Yakub Yusuf Ayub, Musa, Harun dan Daud -Alaihi Sallam-, yaitu Allah -Subhana wa Ta'ala- yang disembah oleh Nabi Isa dan Nabi Muhammad -Alaihi Sholatu Wassalam-, dan tidak melakukan kesyirikan, negeri di mana hukum-hukum Allah -Subhana wa Ta'ala ditegakkan, negeri di mana penduduknya saling mencintai atas dasar ketakwaan hanya kepada Allah -Subhana wa Ta'ala. Negeri yang dulunya gersang dan hanya suatu lembah yang tandus, dan kemudian di do'akan Nabi Ibrahim -alaihi Salam- hingga seperti sekarang. Negeri di mana Nabi Ismail dan ibundanya, Hajar, akhirnya menetap di sana.
Jangan pernah terpengaruh oleh manisnya kalimat-kalimat orang yang secara jelas menunjukkan Islamophobia, yang hanya bisa mengandalkan otak-otak mereka. Tanyailah setiap pernyataan mereka dengan dalil dari Al-Qur'an dan Al Hadist, maka niscaya kita akan temui mereka tak berdaya, yang hanya berteriak tanpa dalil yang jelas kecuali berdasarkan otak-otak ayam mereka, dan ingatan mereka pada masa kecil yang kita dapat pertanggungjawabkan. Merekalah dajjal-dajjal para pendusta agama ini.
Mereka adalah orang-orang yang meletakkan Al-Qur'an dan Al Hadist di tumpukan paling bawah. Mereka adalah musuh-musuh yang nyata. Slogan mereka tak lebih dari muntahan barang haram yang telah mereka makan dan kenakan. Mereka adalah orang-orang pengecut yang berlindung di balik ketiak-ketiak tuan mereka. Mereka yang terlena dengan keindahan dunia, dan menggadaikan iman-iman mereka. Mereka bekerja untuk kepentingan orang-orang yang membenci Islam. Sesungguhnya mereka tidak sadar siapa yang mereka hadapi. Mereka itu sombong, dan mereka menantang Allah -Subhana wa Ta'ala.
“Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (QS. An-Nuur[24]:55)
Semoga rangkuman ini bermanfaat buat kita, dan semakin meningkatkan ukhuwah Islamiyah di antara kaum Muslimin. Seluruh kebenaran datangnya hanya dari Allah -Subhana wa Ta'ala- dan kesalahan datang dari kekhilafan pribadi. Dan sesungguhnya seluruh urusan kaum muslimin adalah selalu baik, baik disaat diberikan kenikmatan oleh Allah -Subhana wa Ta'ala- dan kita bersyukur, dan disaat diberikan cobaan maka kita senantiasa bersabar.
Semoga Allah memberikan kita keteguhan di atas Islam yang Haq.
Amin.
[Sallysety | Dari berbagai sumber]
Baca juga: Konspirasi Barat Untuk Menghancurkan Islam
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.